
Penting bagi Anda untuk mengetahui apa yang bisa terjadi ketika radiator fan mengalami gangguan.
Ketika komponen ini tidak berfungsi sempurna, maka sistem pendinginan mesin dan AC akan terganggu. Jika ini terjadi, maka tak pelak temperatur mesin akan naik dan AC tidak akan berfungsi maksimal.
What's so wrong about that?
Kalo temperatur mesin naek, mesin akan mengalami apa yang disebut overheat. Biasanya ditandai dengan penunjukan jarum temperatur mesin di dashboard Anda yang melebihi skala 1/2 dari temperatur maksimal. Half scale is OK but above that is very dangerous.
Gejala yang akan Anda alami adalah tersendat-sendatnya putaran mesin, bisa terlihat dari jarum tachometer di dashboard yang bergerah tak stabil. Hal ini tentu saja mengganggu. Dan akan menguras isi dompet Anda jika Anda terlambat mengantisipasinya. Radiator akan jebol dan mesin akan mati mendadak. Jika Anda sering melihat kepulan asap dari kap mobil di film-film yang Anda tonton, itulah yang disebut overheat. Dampaknya pada mesin bisa sangat fatal, komponen2 di dalamnya bisa berubah bentuk karena panas yang demikian tinggi. And that's so not ok. Jadi, jika Anda mengalami tanda-tanda overheat, tepikan kendaraan Anda di tempat yang aman, lalu matikan dan diamkan. Selanjutnya carilah bala bantuan jika Anda tidak yakin dengan kemampuan analisa Anda. Jika Anda beruntung, mungkin radiator Anda hanya kekurangan air yang bisa diselesaikan dengan membeli 2-3 botol air mineral 1,5 liter. Jika apes, ratusan ribu bahkan jutaan rupiah kan jadi tebusan perbaikan/penggantian radiator.
Lalu yang kedua, akibat kepada AC. Selidik punya selidik, overheat menyebabkan gas freon yang notabene adalah gas yang vital peranannya dalam menurunkan suhu udara pada sistem AC akan keluar. Dan jika sampai habis, tak kurang 100 ribu rupiah akan keluar dari kocek Anda.
Jadi, periksalah fungsi radiator fan Anda secara rutin. Tak perlu terlalu sering, 6 bulan sekali sudah cukup.
